Wisata

Air Panas Lejja

pintu gerbang lejjaPermandian air panas Lejja yang berada di Desa BuluE, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng –sekitar 44 kilometer sebelah utara kota Watangsoppeng, atau sekitar 175 km dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang terkenal dengan air panasnya yang mengepulkan asap belerang.

Sebagai tempat wisata alam kawasan ini sudah mulai dirintis sejak tahun 1990 namun baru dikembangkan berbarengan dengan SK Menhut sebagai kawasan hutan lindung pada tahun 1996. Ada dua aliran air yang dijumpai di dalam kawasan ini, yaitu aliran air permukaan (sungai Mario) dan aliran air bawah tanah. Sumber air panas dijumpai di dalam kawasan ini yang kemudian dikembangkan menjadi objek wisata permandian air panas.

Dari sumber mata air yang panasnya mencapai 60 derajat celsius ini, pemerintah Kabupaten Soppeng kemudian mengelola potensi alam ini menjadi objek wisata yang cukup menarik. Bahkan hingga saat ini barangkali permandian alam air panas Lejja inilah yang paling populer dari sekian banyak objek-objek wisata alam di Kabupaten Soppeng. Ada tiga kolam induk dengan berbagai variasi bentuk, kedalaman dan kadar air panas yang berbeda, yang dibangun untuk menampung air panas yang mengalir dari sumber mata air di bawah pohon purba berusia ratusan tahun itu. Juga ada beberapa kolam-kolam kecil yang dibangun dalam tempat tertutup (Menggunakan tungkup model rumah-rumah wisata berukuran sekitar 5 X 5 meter yang dilengkapi dengan tirai sehingga tak kelihatan dari luar. Konon, kolam-kolam tertutup seperti itu diperuntukkan bagi pengunjung yang mempunyai pasangan dan ingin mandi bersama di tempat-tempat tertutup itu. Kolam-kolam tertutup semacam ini dipersewakan dengan tarif sebesar Rp 100.000,- untuk sekali pakai (bisa sampai 2-3 jam), sedang yang lainnya, yang menggunakan rumah-rumah terbuka dipersewakan dengan tarif Rp 50.000,- perjam. Sedangkan kolam-kolam induk yang ukurannya jauh lebih luas dan dapat ditempati untuk mandi beramai-ramai tidak dipersewakan. Selain kolam-kolam air panas dalam berbagai variasi bentuk ini, tempat wisata Lejja juga telah dilengkapi dengan permainan alam outbond untuk melatih ketangkasan meniti jembatan dari pohon raksasa ke pohon raksasa lainnya. Juga ada luncuran bagi anak-anak, Guest House dan villa-villa yang dipersewakan antara 300.000 sampai 500.000 ribu semalam dan “Baruga” untuk pertemuan yang dapat menampung sampai 500 orang peserta.

Namun selain air panasnya lejja yang terkenal ada berbagi cerita mistispun disana,karena sebagian warga masyarakat sekitar kabupaten Soppeng mempercayai bahwa sumber air panas yang terletak di bawah pohon tersebut itu bisa menyembuhkan berbagai penyakit atau  mengambil air tersebut di dalam botol buat di bawa ke rumah untuk di pakai sebagai jimat-jimat rumah atau air tersebut di siram ke sekitaran rumahnya. Di situ juga orang biasa melepas nazar berupa kambing, ayam dan lain-lain. Dulu bahkan orang yang bernazar juga potong hewan di situ. Tapi sejak kawasan ini menjadi kawasan wisata potong hewan sudah dilarang. Hanya melepas hewan yang diperbolehkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s